Berharap
Sunday, February 25th, 2007Expecting something for nothing is the most popular form of hope
(Arnold H. Glasow)
Kita seringkali berharap.
Berharap dunia akan lebih terasa mudah, berharap teman kita akan berubah, berharap diri kita akan menjadi lebih baik(terutama pas ulang tahun klo yg ini, saya juga soalnya, hehehe….). Dan harapan itu tidak salah. Yang salah, buat saya, adalah ketika tidak diiringi dengan usaha, rencana dan niat yang sesungguhnya, yang diinginkan…itu terjadi begitu saja. Contohnya disini, berharap pengen punya motor baru, tapi jangankan menabung, ngirim undian berhadiah motor aja males…..
Kesalahan kedua, terkadang harapan kita begitu detail, sehingga jika ada satu hal kecil saja yg terlewat, seakan harapan itu jauh dari sempurna, dan kita lupa pada mayoritas harapan yang telah terpenuhi. Sebagai misal kita berharap memiliki sebuah rumah dengan pekarangan di depan, halaman hijau di belakang…..dan ketika Allah mengabulkan harapan itu, kita masih saja protes dengan tetangga yang memiliki anak bayi yang sering menangis di tengah malam, lalu lalang motor di depan rumah, dan lupa untuk menyukuri bahwasanya harapan kita telah tercapai.
Namun demikian harapan itu penting, Islam mengajarkan melalui salah satu hadits, jika kita memegang benih, sementara kita mengetahui bahwasanya esok kiamat, maka tetaplah ditanam benih tersebut. Disini tampak bahwa harapan dan usaha berjalan seiringan, terlepas dari hasil yg akan diraih. Biarlah hasil tetap menjadi hak prerogatif-Nya, bisa tidak sesuai dg keinginan kita, bisa sesuai dg kita inginkan, bisa juga lebih baik. Dimana hasil itu merupakan yg terbaik untuk kita.
To think is easy. To act is hard. But the hardest thing in the world is
to act in accordance with your thinking
(Johann Wolfgang von Goethe)