Milih ngayal apa ngimpi?

Mau sedikit cerita neh, beberapa minggu yang lalu, saya sempat "ditampar" oleh salah seorang temen deket saya, Nanang, yang saat ini menjadi aktivis LSM dan juga penyanyi nasyid. Dia cerita tentang salah satu episode dakwah Ust. Jefri Al Bukhori yang diawali dengan kata-kata kurang lebih demikian :

"Orang cenderung berkhayal dan tidak bermimpi. Orang yang berkhayal cenderung hanya berangan-angan hal yang diinginkannya dan berharap hal tersebut dapat tercapai dengan sendirinya. Sementara orang yang bermimpi, berusaha mewujudkan impiannya itu melalui kerja keras, sehingga impiannya itu pun dapat tercapai."

Lalu dari situ saya juga mikir beberapa hal yang saya inginkan, apakah saya ini cuman ngayal aja ato ngimpi ya? Saya sering banget pengen suatu hal, kadang muluk-muluk banget, tapi usahanya cekak. Nggak berusaha bener-bener supaya hal tersebut bisa terwujud. Tapi klo menurut saya, ngayal juga gak sepenuhnya salah, siapa tahu ngayal itu bisa jadi bibit mimpi, yang kemudian dengan sungguh-sungguh kita usahakan perwujudannya di dunia.

Masih soal ngimpi, saya seneng denger orang klo lagi cerita impiannya, kadang pengen banget bisa mbantu mewujudkan impiannya, dan ketika terwujud, saya juga ikut merasakan kebahagiannya itu. Sebagaimana beberapa waktu yang lalu, saya dan sobat karib saya Iponk, merasa bahwa, ketika anak-anak kita(murid debat maksudnya) menjadi juara dalam suatu kompetisi, perasaan bangga dan bahagianya melebihi ketika kita sendiri yang menjadi juara dalam kompetisi tersebut. Mungkin begini kali ya perasaan orang tua kalo ada anaknya yang sukses….deu serasa jd orang tua. Tapi sisi lainnya jadi pengen juga bahagiain orang tua.

Saya jadi inget salah satu hadits yang pernah saya baca(lupa siapa perawinya, klo nanti ketemu artikel ini saya edit deh): "Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya Allah akan memperbaiki hidupmu". Buat saya hadits ini keren banget, gak usah deh kita berusaha mengubah orang lain, temen, lingkungan kita, klo kita masih ogah ngubah diri kita sendiri menjadi lebih baik. Trus hubungannya dengan topik artikel ini? Ya….mungkin kita bisa mulai merubah khayalan kita menjadi suatu mimpi, kemudian bikin rencana untuk mewujudkannya, dan berusaha sungguh-sungguh. Tidak dengan meminta orang lain untuk mewujudkannya untuk kita. Sering ngerasa gak? Ketika ada orang lain berusaha sungguh-sungguh mewujudkan impiannya, kita jadi pengeeen banget bantu dia, tanpa orang itu meminta. Kayak seolah-olah usahanya itu menarik hati kita untuk turut membantu. Itu, buat saya adalah pelajaran berharga yang mengajarkan untuk berusaha sungguh-sungguh pada apa yang kita inginkan.

So, in the end, what is your dream?

One Response to “Milih ngayal apa ngimpi?”

  1. mujiburrahman Says:

    pemimpi vs penghayal
    penghayal jadi pemimpi
    pemimpi jadi pemimpin
    pemimpi mempunyai misi ke depan
    pemimpi punya visi ke depan
    pemimpi punya arah
    pemimpin dirinya sendiri
    contoh baik untuk orang lain
    gitu deh bunyi
    tulisan ini

Leave a Reply