Kamu koq galak banget sih!
Hehehe….Judul diatas diucapkan seorang teman tadi malam, lalu
sebage respon membela diri, saya bilang "lha kamu dibantuin malah
ngerjain" :p.
Setiap orang boleh dong kasi pendapat soal kita,
termasuk juga teman saya di atas, mau dibilang galak, judes ato apa aja
boleh koq, sah sah aja, karena dalem lubuk hati saya (ciee…) saya
pengen jujur soal siapa saya sebenernya, apa adanya, saya juga harus
siap menerima pendapat tentang saya, positif ato negatif. Dan
pendapat-pendapat tersebut bisa jadi masukan buat saya, tentang apa
yang orang rasakan soal saya, apakah akan dirubah, ato akan
dipertahankan, sebagai bagian dari diri saya.
Dari sudut pandang
lain, entah ini egoisme atau idealisme, saya berusaha untuk tidak
melulu menyesuaikan diri saya sebagaimana yang diinginkan orang lain,
dengan kata lain saya terkadang bisa jadi keras kepala :D. Saya inget
satu cerita tentang Ayah, anak dan keledainya (yang udah pernah baca
dilewatin aja cerita di bawah). Daripada ngetik lagi mendingan copy
paste aja dari http://storypalace.ourfamily.com/iihid003.html
——————————————————————————————————————
Ayah, Anak, dan Keledai
Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai
ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan menyengir,
"Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?"
Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik
ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, "Sudah terbalik
dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang di atas keledai
sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan."
Jadi kali ini, anak itu turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik.
Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan seorang gadis muda.
"Mengapa kalian berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama?"
Mereka menuruti nasehat gadis muda itu. Tak lama kemudian sekelompok orang
lewat. "Binatang malang…. ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna.
Kadang-kadang orang memang bisa sangat kejam!"
Sampai di sini, ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk
memanggul keledai itu. Melihat kejadian itu, orang-orang tertawa terpingkal-
pingkal, "Lihat! Manusia keledai memanggul keledai!" sorak mereka.
Jika Anda berusaha menyenangkan semua orang, Anda tak akan
menyenangkan siapa pun.
—————————————————————————————————————
Saya sepakat banget dengan kalimat terakhir diatas. "Jika anda berusaha
menyenangkan semua orang, Anda tak akan menyenangkan siapa pun". Tapi
kalo hidup semau diri sendiri rasanya juga gak pas. Trus gimana donk?
Kalo saya sih kalopun ada pihak yang harus saya senangkan maka itu buat
saya adalah Allah, maksudnya disini berusaha apa yang kita lakuin
di-ridhoi oleh-Nya, terserah apa kata orang. Trus tahunya Allah dah
ridho apa belum? Disini pentingnya belajar agama(duh dah lama banget
gak denger kajian neh..).
Well, itu aja dulu deh, perenungan ini bakal saya tutup dengan sebuah kalimat dari Pete Wentz, bassistnya Fall Out Boys :
“There’s something really honorable about following your own path and not doing what’s expected of you.”