Archive for December, 2005

Grab a Chance!

Thursday, December 15th, 2005

TQS At-Taubah:105
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada  Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan"

Setiap kita pernah mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang besar, sesuatu yang di luar kebiasaan kita, sesuatu yang spesial. Dan seringkali hambatan terbesar untuk mengambil kesempatan tersebut adalah….diri kita.

Ketakutan, keraguan, ketidakpercayaan akan diri kita sendiri merupakan penghalang terbesar untuk meraih sesuatu yang kadang hanya lewat di angan. Tapi bukankah hidup kita hanya sekali, kesempatan itu sangat mungkin tidak akan datang lagi. Cobalah sesekali ambil kesempatan itu, implikasinya seringkali di luar imajinasimu, di luar yang engkau bayangkan, secara garis besar?…..menyenangkan!

Jadi? Ambil kesempatan itu!, terlebih ketika kita tahu kita akan menyesal jika kita tidak melakukannya.

"Berusaha sekuat tenaga dan gagal adalah hal terbaik kedua yang bisa terjadi pada seseorang"

Jogja, 16 Desember 2005

Jika kamu mencintainya….

Saturday, December 10th, 2005

Ketika kamu sedang mencintai seseorang, apakah yang kamu inginkan? Kamu ingin terus bersamanya? Kamu ingin dia ada selalu di dekatmu? Atau mungkin kamu ingin dia jadi milikmu? Tapi apakah itu tidak nampak egois? Maksudnya semua pertanyaan tersebut menunjukkan pemenuhan keinginan orang yang mencintai, dan melupakan keinginan dari orang yang kita cintai(walaupun, mungkin, dia juga menginginkan hal yang sama).

Okey, mungkin ada yang bertanya, "Lalu bagaimana dengan dirimu? Apa yang kamu inginkan?". Alhamdulillah, yang saya inginkan adalah kebahagiaan orang yang kita cintai, di dunia dan di akhirat. Bukankah ketika kita melihat orang yang kita mencintai sedang bersedih kita ingin segera bisa menghilangkan kesedihan di raut wajahnya, dan mendatangkan senyum, yang entah mengapa membuat kita juga dapat tersenyum. Yang saya tahu itu adalah rasa sayang, sebuah rasa yang merupakan rahmat dari Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang(sering saya mengucap bismillahirrahmanirrahiim dan melupakan makna di dalamnya :) )

Yang saya inginkan semoga dia, yang saya sayangi menjadi orang yang lebih baik, di mata sekelilingnya, terlebih di mata Rabb-nya. Mungkin itu sebabnya saya tidak mau pacaran(untuk kalian yang sedang melakukannya, saya tidak bermaksud menyalahkan, itu pilihan kalian dan ini pilihan saya, setiap orang mendapat konsekuensi dari apa yang dipilihnya), saya tidak ingin setiap interaksi kasih memunculkan suatu catatan hitam dalam buku amal orang tersebut yang kita sayangi. Kalaupun ada catatan hitam biarlah itu muncul di buku amal milik saya. Dan itu sebabnya juga saya memilih pernikahan, dimana setiap interaksi kasih bernilai tinggi di hadap-Nya.

Ah, sudahlah, kalaupun nanti kalian melihat saya melanggar apa yang saya tulis di atas, maka yakinlah kebenaran selalu datang dari-Nya melalui Qur’an dan Sunnah, dimana kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada kedunya, bukan dari seorang hamba yang banyak khilaf dan kekurangan seperti saya.

Jogja, 11 Desember 2005.