Archive for March, 2005

Humor ala Jin

Wednesday, March 23rd, 2005

Thanks buat BomBomz……wakakakak…
———————————–
Humor ala Jin

Pada zaman dahulu kala, ada 3 orang sahabat
karib.Mereka selalu bersama kemana saja mereka
pergi. Tapi ketiga-tiganya memiliki kegemaran
berlainan. Si A suka main perempuan, si B suka minum
minuman keras, dan si C suka segala jenis rokok.

Suatu hari ketiga sahabat ini berjalan jalan tanpa
tujuan. Tiba tiba ketiganya bertemu dengan
sebuah ketel/kendi (seperti cerita Aladin). Lalu
salah seorang mengambilnya lalu menggosok-
gosokkan ketel tersebut. Sejurus kemudian asap
keluar dari corong ketel tersebut dan secara
perlahan berganti
menjadi satu makluk yang menyeramkan yakni
seekor/seorang (?) Jin yang ganas. Lalu jin
tersebut tertawa: Hahahaha, dan berkata : Akulah
jin Ifrit.Karena kamu telah membebaskan aku dari ketel
itu maka aku akan tunaikan apa saja permintaan kamu
sekalian. Ketiga sahabat yang pada mulanya panik dan
takut menjadi gembira lalu termenung dan berpikir
tentang peluang dan kemauan masing-masing yang
mungkin sekali dalam seumur hidup. Lalu mereka
memilih kemauan mengikuti kegemaran masing-masing.
Berkata si A, Aku mau perempuan-perempuan
muda dari berbagai bangsa di seluruh dunia dan
letakkan
dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku
selama 1 tahun. Puffff dengan sekejap mata Jin itu
menyempurnakan permintaan si A.
Berkata si B, Aku mau semua jenis arak dari
seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh tahun dan
letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu
aku selama 10 tahun. Puffff dengan sekejap mata
Jin itu menyempurnakan permintaan si B.
Berkata pula si C. Aku mau semua jenis rokok
dari seluruh dunia untuk bekal selama sepuluh
tahun dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan
jangan ganggu aku selama 10 tahun. Puffff dengan
sekejap mata Jin itu menyempurnakan permintaan si
C. Setelah genap 10 tahun, maka Jin tersebut
muncul kembali untuk membuka pintu gua masing-
masing sebagaimana yang dijanjikan. Maka jin tersebut
pergi membuka pintu gua si A, ketika dibuka maka
keluarlah si A dengan keadaan kurus kering,
berdiri pun
tidak bisa karena tidak sanggup untuk menggerakkan
lutut sebab hari-hari hanya memuaskan nafsu dengan
perempuan. Tiba tiba si A pun jatuh ketanah lalu mati.
Setelah itu Jin tersebut pergi ke gua si B,
ketikapintu dibuka maka keluarlah si B dengan
perut yang sangat buncit karena hari-hari
mabuk-mabukan.Jalan pun terhuyung hayang.
Tiba-tiba si B pun jatuh
ketanah lalu mati. Setelah itu Jin pergi ke gua si
C dan membuka pintu gua. Tiba-tiba si C keluar
dalam keadaan sehat walafiat dan terus menampar si
Jin. Sambil
memaki-maki si Jin ia berkata:
JIN GUOBLOK, KOREKNYA MANA …. ???? !!!!!!

Mulailah dari Diri Sendiri

Wednesday, March 23rd, 2005


Mulailah dari Diri Sendiri

"Berusahalah untuk selalu menjadi pihak pertama  yang menunjukkan cinta dan
perhatian Anda kepada orang lain. Jangan menuntut perhatian dan cinta
mereka untuk diperlihatkan lebih dahulu. Itulah  satu-satunya cara yang
saya  ketahui untuk ke luar dari kegelapan hidup,"  demikian dikatakan
Ny.Eunice  Chew (52 tahun), salah satu finalis pemilihan ibu  teladan
se-Singapura  tahun  ini.

Diadopsi oleh pasangan Teochew yang kaya-raya dan  sudah memiliki seorang
putra tapi masih ingin punya anak perempuan, maka masa kanak-kanak Chew
dipenuhi kemewahan. Liburan keluarga sering dilewatkan di luar negeri.

Pasangan Teochew menyayangi putrinya dengan cara mereka. Menurut cerita
Chew, mereka adalah produk pendidikan kuno yang tidak mengenal pelukan
kepada anak-anak untuk meyakinkan mereka dari waktu ke waktu bahwa orangtua
menyayangi anak-anak.

Akibatnya, Chew tumbuh menjadi wanita yang haus kasih sayang. Ia menikah
pada usia 17 tahun dengan seorang pegawai transportasi yang bangkrut. Dari
pria itu diharapkannya akan datang kasih sayang yang dicarinya.

Ternyata ia menikah dengan pria yang suka menyiksa istri. Perkawinan itu
bertahan lima tahun, dikaruniai dua anak. Tak lama setelah bercerai, ayah
angkat Chew wafat karena sakit. Pembagian warisan menimbulkan pertikaian di
dalam keluarga besar Teochew. Akhirnya Chew

ternyata tidak kebagian apa-apa selain kewajiban mengurusi ibu angkatnya
yang sudah buta dan lumpuh.

Chew menjual susu coklat Milo untuk menyambung hidupnya.

"Ini pengalaman pertama saya harus bekerja mencari uang. Setiap malam saya
menangis karena tidak mengerti berbisnis. Apa yang harus dikatakan dan
bagaimana mengatakannya?," kata Chew dalam wawancara kepada harian Singapura
The Straits Times.

Ia bertahan dua tahun di pekerjaan itu.

"Bagaimanapun susahnya saya mendapatkan uang, saya selalu memastikan bahwa
ibu mendapat ayam goreng dan ikan setiap hari. Dia memang buta dan lumpuh,
tetapi dia membantu saya mengurus anak-anak sehingga saya bisa bekerja
mencari uang," katanya.

Ia kemudian ganti pekerjaan, menjadi koki sebuah toko makanan. Sekitar dua
tahun kemudian ganti lagi menjadi penjual pakaian. Setiap hari ia membopong
empat kantong penuh berisi baju untuk dijual. Tentu saja dengan menumpang
kendaraan umum.

Pada waktu bersamaan, ia menambah pekerjaannya dengan dua hal lain, yaitu
menjadi makelar rumah dan mobil bekas, serta memanfaatkan bakatnya di bidang
seni. Setiap malam Chew mendesain beberapa pola kain untuk sebuah perusahaan
garmen di Jepang. Lumayan pendapatannya. Tapi akhir 1970-an, pasar retail
tekstil melemah, Chew beralih menjadi

pelayan restoran.

Beberapa lama kemudian meningkat jadi pimpinan pelayan dan kemudian menjadi
manajer untuk bidang seni.

"Ketika itu saya mulai sering terbang ke luar negeri untuk bernegosiasi
dengan artis-artis terkenal agar mereka tampil di restoran saya. Sementara
itu, saya tetap meneruskan pekerjaan sambilan yang dulu, yaitu menjual rumah
dan mobil, baik yang baru maupun bekas pakai."

Chew kemudian berhasil mengumpulkan uang cukup banyak untuk mendirikan
bisnis sendiri di bidang perlengkapan mode, tetapi dua asistennya kemudian
membawa pergi semua tabungannya.

"Ketika itu saya sedang sangat membutuhkan uang karena ibu berkali-kali
masuk-ke luar rumah sakit. Hidup saya yang tadinya sudah enak, harus mulai
dibangun lagi dari nol. Betapa bodohnya saya mempercayai mereka dengan uang
sedemikian banyak," kata Chew.

Sempat terlintas pikiran untuk bunuh diri, tetapi bagaimana nasib anak-anak
kelak?  "Saya bersyukur memiliki teman-teman yang memberi dukungan moral dan
bahkan meminjamkan uang. Atas bantuan mereka, saya berhasil melewati
kesulitan."

Chew sekarang memiliki penghasilan besar dari merawat orang-orang Indonesia
yang berduit, yang sedang dirawat di Singapura karena baru melahirkan atau
sedang terbaring di rumah sakit.

Ia juga menjalankan bisnis yang amat menguntungkan juga, yaitu membuat dan
menjual tonik tradisional Tiongkok.

Chew menambah kegiatannya dengan menjadi konsultan tanpa bayaran bagi kaum
istri yang menderita karena suaminya tidak setia, dan bagi orang-orang yang
lama menderita sakit, atau berpenyakit tak tersembuhkan.

"Hidup telah mengajarkan saya bahwa selalu ada jalan ke luar dari setiap
kesulitan. Pasti ada solusi yang masuk akal," kata Chew.

"Yang Anda butuhkan adalah waktu untuk menenangkan diri, mengatasi gejolak
emosi, dan melangkah setapak demi setapak."

Ia menyarankan kepada mereka yang menghadapi kesulitan, agar menulis daftar
kesulitan itu pada sehelai kertas. Kemudian bacalah apa yang ditulis itu,
dan tanyakan pada diri sendiri, ‘Apa hal terkecil yang dapat saya lakukan
hari ini untuk mengatasi kesulitan itu?’

"Gelindingkan batu-batu karang yang kecil dari hidup Anda, sampai akhirnya
Anda punya kekuatan untuk mendorong batu karang yang besar.

Saya melihat orang-orang yang sakit berusaha keras untuk bisa hidup. Dunia
ini berubah terus sepanjang waktu. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi
besok. Maka jangan sakiti hati siapapun. Selalu pertimbangkan perasaan orang
lain terlebih dahulu, bukan perasaan Anda sendiri.

Kita memang cenderung untuk melihat sisi buruk orang lain, walaupun karakter
mereka mungkin 99 persennya baik, hanya satu persen yang buruk. Mengapa
tidak bersabar dengan memberikan mereka waktu untuk menunjukkan yang 99
persen itu?

Di pagi hari, Anda dapat membuatkan minuman panas untuk keluarga Anda, dan
duduk menemani mereka beberapa menit, kemudian memeluk dan menciumi mereka
sebelum semuanya pergi ke tempat kerja atau ke sekolah. Sekitar 10 menit
sebelum tidur malam setiap hari, berkumpullah bersama keluarga untuk berbagi
cerita mengenai peristiwa sepanjang hari tadi," demikian Ny.Chew.

Sayang Bapak :)

Tuesday, March 22nd, 2005

Wakakakak…….sebuah joke dari Ucox
———-
Darsono, Wardi, Sugeng dan Jono janjian mengadakan reuni di Restoran yang ada tempat Karaokenya. Sambil makan, mereka berempat ber-bincang2 sambil bernostalgia. Setelah makan Darsono pamit meninggalkan teman2nya sebentar untuk nyanyi karaoke, "Minta lagu apa Rek?
Dangdut tah?"

Sambil mendengarkan Darsono nyanyi, teman2nya melanjutkan obrolan mereka."Bagaimana
anak anakmu Geng?" tanya Wardi ke Sugeng.

Sugeng bercerita: "Oo, baik2 saja, anak saya kan dua. Yang cewek ikut suaminya jadi Kapolres
di Medan. Sedangkan yang cowok sudah jadi boss, pabriknya dua, pabrik sepatu dan pabrik mie. Tapi ya gitu…, saya yang jadi bapaknya saja ndak pernah dibelikan motor sama sekali, eeeh…pas kemarin
pacarnya ulang tahun dibelikan BMW 318i gress."

"Lha kalau anakmu War?"
Wardi pun bercerita, "Anakku tiga cowok semua,yang dua kerja di Amerika,
yang bonthot sekarang sudah jadi direktur developer rumah. Tapi agak gendeng juga anak saya
yang bonthot ini. Rumah bapaknya sudah doyong dibiarkan saja, tapi waktu kemarin pacarnya ulang tahun dibelikan rumah baru."

"Kalau kabar anakmu bagaimana Jon?"
Sekarang Jono yang cerita,"Anak saya empat, cowok satu, cewek tiga. Sekarang sudah pada mandiri. Yang paling sukses ya anakku yang cowok. Sekarang jadi pialang saham. Cuman ya agak nggak bener juga. Lha… saya ini nggak pernah di kasih uang sama sekali, tapi kemarin waktu pacarnya ulang tahun di kasih deposito 100 juta."

Setelah Jono cerita, Darsono selesai karaoke,
"Nyritain apa sih Rek?".
"Ini lho Dar, pada nyritain anaknya, gimana anakmu Dar?"tanya Jono.
Setelah nyalain rokok, Darsono mulai cerita:
"Anakku cuma satu, tapi payah. Aku ingin dia jadi ABRI, eeeh malah jadi bencong. Sudah lima tahun dia buka salon, dari dulu sampek sekarang ya teteeep aja nyalon. Tapi meskipun bencong dia tetep anak ku. Apalagi dasarnya anaknya itu baik, pergaulannya luas dan sayang sama bapaknya. Setiap dapat rejeki saya pasti diberi. Kemarin pas dia ulang tahun,ada temannya yang ngado BMW 318i gress, rumah baru, dan deposito 100 juta. Dia bilang semua itu buat bapak saja, dia tetep seneng
buka salon saja katanya".

just for laugh..
:) no offense…